Minggu, 19 Januari 2025

Festival Gandrung Sewu dengan filosofi dibaliknya

 


 Melansir dari sebuah studi di Universitas Jember, cikal bakal festival ini telah ada sejak tahun 1970-an. Saat itu, Bupati Banyuwangi , Djoko Supaat Slamet membuat kebijkan untuk merevitalisasi pembangunan daerah. Hal ini dikarenakan beliau ingin agar kesenian asli Banyuwangi dapat dikembangkan kembali . 

 Mulai dari lagu-lagu daerah hingga tarian,salah diantaranya adalah tari Gandrung. Pada bulan Juli 1974, Pemerintah Kab. Banyuwangi mengadakan Festival Gandrung untuk pertama kalinya. Pemenang dalam festival tersebut kemudian melakukan rekaman pada tahun 1975, 1 tahun setelah Festival.

Kemudian, pada tahun 1978 dibentuklah Dewan Kesenian Blambangan ( DKB ) oleh para seniman dan kebudayaan Kabupaten Banyuwangi. Namun sangat disayangkan, Festival Gandrung Sewu tidak diteruskan pada tahun-tahun berikutnya. 

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya jumlah penari beserta pakaiannya. Hingga pada tahun 2012, Festival ini kembali digelar di Pantai Boom Kab. Banyuwangi atas keinginan Bupati Abdullah Azwar Anas, yakni Bupati yang menjabat pada masa itu untuk melanjutkan kembali kebijakan Bupati Djoko Supaat Slamet.

 Pencetus ide Festival Gandrung Sewu sendiri berasal dari Paguyuban Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi ( Patih Senawangi ) yang diketuai oleh Sukk Prayitno dan sudah dikemukakan sejak tahun 2006.


https://www.detik.com/jatim/wisata/d-6373580/sejarah-festival-gandrung-sewu-serta-temanya-dari-tahun-ke-tahun

4 komentar:

Macam-macam Tari dari banyuwangi

 Selain Tari Gandrung Banyuwangi, ada beberapa Tari khas Banyuwangi. Diantaranya adalah : 1. Tari Padang Ulan  Tari Padang Ulan merupakan je...